Maniak Game dan Anime Bikin Remaja Bermental ‘Memble’



Waktu adalah Pedang
Jika kita lengah
Kita kalah

Wahai para Remaja bangkitlah dan bangunlah!
Dari segala keburukan

Let’s Move On From Galau to Memukau!
Remaja Muslim tulang punggung perubahan!
   
Saat ini banyak sekali problematika yang terjadi terhadap Remaja, mulai dari Narkoba, Sex Bebas, Pornografi, Kejahatan Sexsual, hingga Kenakalan yang dibuat Oleh Remaja. Sungguh miris sekali melihat Remaja saat ini, hidupnya bagaikan debu berdebaran di mana-mana. Dari sekian problematika yang terjadi di kalangan Remaja, ada sesuatu yang masih ada di benak Remaja yaitu Game dan Anime. Yup! Dua hal tersebut tidak mungkin dilupakan oleh kebanyakan Remaja, mengingat Game dan Anime merupakan aktivitas para Remaja untuk menghilangkan rasa bosan.
   
Game dan Anime saat ini menjadi fenomena di kalangan Remaja, dikarenakan perkembangan Teknologi dan Informasi saat ini yang sudah meluas. Pada masyarakat kontemporer, internet menjadi salah satu kebutuhan  penting dalam kehidupan modern untuk menunjang segala sektor kebutuhan hidup, baik itu untuk keperluan promosi bisnis, pendidikan, komunikasi, hingga hiburan, membuat internet menjadi semakin diminati oleh semua kalangan, salah satu layanan yang disediakan oleh internet ialah fasilitas Game Online dan Anime.

Dari data terbaru yang dirilis oleh asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesia (APJII), pengguna aktif internet Indonesia sudah mencapai 107 juta orang, atau sekitar 24% dari total populasi Indonesia. Dari data pengguna internet aktif, diperkirakan pemain game online aktif Indonesia berkisar 10,7 juta orang, atau sekitar 10% dari total jumlah pengguna internet. Pengertian aktif di sini adalah mereka yang hampir setiap hari bermain game online.Untuk pemain game online pasif, diperkirakan mencapai sekitar 15 jutaan. Perkiraan ini didapat dari data pengguna facebook di Indonesia yang telah tembus di atas 30 juta orang, di mana 50% penggunanya pernah memainkan game online yang terdapat di situs  jejaring sosial tersebut. Tiap tahunnya pemain game Indonesia diperkirakan meningkat sekitar 5-10% seiring dengan semakin  pesatnya infrastruktur internet di Indonesia (http://www.Ligagame.com)
Sumber : Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), 2016

Dari data diatas dapat ditemukan fakta bahwa Game dapat mempengaruhi psikologis para Remaja, tak hanya itu misalkan dalam hal Ibadah. Ibadah bagi mereka yang sudah kecanduan Game maka pikiran mereka yaitu : “Alah, masalah Ibadah belakangan aja yang penting saya main Game”, Sungguh nyata bukan dampak Negatif Game terhadap kalangan Remaja.

Dalam hal Anime, di Indonesia sendiri Anime atau yang biasa dikenal dengan Otaku ialah berarti seorang yang saking fanatiknya terhadap anime hingga mengabaikan kehidupan di dunia nyata. Namun, di Indonesia istilah Otaku mengalami pergeseran makna dari yang fanatik terhadap Anime menjadi yang sekedar hobby nonton Anime tanpa harus mengabaikan kehidupan di dunia nyata. Jadi jika kita mendengar kata Otaku di Indonesia maka sebenarnya yang dimaksud adalah Anime Lovers, yaitu pecinta anime yang tetap memperhatikan hubungan di dunia nyata. Tidak perlu berdebat tentang istilah Otaku yang tidak pada tempatnya ini karna di Indonesia populernya begitu. Banyak sekali di Indonesia Komunitas Anime, sebut saja Komunitas Anime Indonesia (KAI), Dunia Naruto Indonesia (DNI), Otaku Anime Lovers Indonesia (OALI), Komunitas Pecinta Anime Indonesia (KPAI), dan masih banyak Komunitas Anime lainnya di Indonesia.

Bagi remaja penggemar berat game, anime dan manga, duduk di kursi kamar, menghadap komputer, lalu menikmati anime dan manga terbaru adalah hal yang sangat menyenangkan. Bahkan berada di dalam rumah lebih menyenangkan dari pada di luar rumah, apalagi jika untuk bersosial di masyarakat. Selain itu, hari di mana dirilis anime atau manga terbaru, terkadang membuat remaja lupa dan malas mengerjakan aktivitas, bahkan malas mandi, malas makan, malas mencuci, dan lain sebagainya.

Para Remaja yang saat ini jatuh dalam genggaman cara hidup Kapitalistik, Liberalistik dan pragmatistik harus diselamatkan, mereka tidak boleh melupakan kewajibannya sebagai Muslim yang harus berjuang menegakkan panji Islam Dalam hal ini Para Remaja memang harus melakukan Perubahan, kebangkitan kesadaran dipimpin dengan Akidah Islam maka seluruh remaja akan mampu dibanggakan.

Oleh: Agus Zubairi. (Siswa SMK 1 Bangkalan Madura)

Subscribe to receive free email updates: