Mundur dari Jabatan, ini 5 Bukti Kesederhanaan Rektor UII


KabarPos.Com - Tragedi meninggalnya 3 mahasiswa dalam acara diksar mahasiswa pecinta alam Universitas Islam Indonesia (UII) membuat pimpinan rektor kampus UII, Harsoyo merasa tak layak lagi memangku jabatan tersebut. "Kesalahan bukan pada anak buah, tapi mutlak pada pimpinan. Ini tanggung jawab moral saya sebagai pimpinan yang diberi amanah memimpin UII," kata Harsoyo dalam pengunduran dirinya pada Kamis (26/1).

Melihat pengunduran dirinya, banyak orang pun merasa kehilangan dengan sosok pemimpin yang dikenal bersahaja tersebut. Bahkan demo dari ratusan mahasiswa menolak pengunduran diri Harsoyo pun digelar sebagai wujud dukungan, agar sang rektor tetap memimpin. Namun Harsoyo tetap saja merasa gagal dalam menjalankan tugasnya dan merasa tidak pantas untuk berada di kedudukan tertinggi kampus UII.

Namun sebelum kasus Mapala yang membuatnya mundur dari jabatan rektor mencuat, Harsoyo memang dikenal merupakan pribadi dan pemimpin yang sederhana. Berikut brilio.net rangkum, Minggu (29/1) dari berbagai sumber 5 bukti kesederhanaan Rektor UII yang tak banyak orang tau:

1. Tidak pernah menginginkan jabatan sebagai Rektor.


Harsoyo memang dikenal sebagai sosok yang tak haus dengan jabatan. Bahkan Harsoyo dikenal sedari awal sebagai orang yang tidak pernah sedikitpun menginginkan jabatan, apalagi sebagai seorang rektor. Baginya tanggung jawab sebagai rektor bukanlah hal yang mudah dan sangat berat.

2. Selalu mengenakan sandal jepit Swallow.


Meski menjadi pimpinan tertinggi di lingkungan UII, Harsoyo tak pernah malu mengenakan sandal jepit murah. Hal tersebut bisa dilihat ketika dirinya hendak menuju masjid untuk melakukan ibadah.

3. Senantiasa menjaga Salat Dhuha dan Salat Dzuhur berjamaah dengan mahasiswa.


Jauh sebelum menjadi rektor, Harsoyo dikenal sebagai sosok yang menjaga salat jamaah dan salat sunat Dhuha. Kebiasaan baik ini masih saja dijaganya saat menjabat menjadi rektor. Setiap rapat atau agenda penting lain, akan ditunda ketika adzan Dzuhur berkumandang.

4. Mudah ditemui dan tidak sungkan bercengkrama dengan mahasiswa.


Bagi mahasiswa yang ingin menemui rektor yang satu ini, bukanlah hal yang sulit. Ia bukan tipe yang menjaga jarak dengan mahasiswa dan sulit ditemui. Bagi mahasiswa yang ingin bertemu bisa dengan muda dengan menyapa dan menyalaminya, untuk kemudian bercengkerama dengan leluasa.

5. Tak sungkan diajak bercengkrama meski dengan duduk lesehan.


Tidak perlu di ruang ber-AC apalagi berkursi empuk. Harsoyo bukan tipe orang yang haus untuk dihormati dan dimuliakan. Menemui karyawan atau mahasiswanya dengan duduk di lesehan adalah hal yang biasa Harsoyo lakukan. Baginya tidak penting penampilan atau fasilitas yang bisa ia dapatkan sebagai rektor, melainkan bagaimana ia bisa melayani dan memajukan institusi yang dipimpinnya selama masa jabatannya. [bn]

Subscribe to receive free email updates: