Pemuda dan Mahasiswa: Waspadai Kebangktian PKI, Hentikan Kriminalisasi Ulama dan Aktivis Islam


KabarPos.Com - Puluhan perwakilan elemen pemuda dan mahasiswa Islam Indonesia melakukan diskusi dan dialog di Gedung ICMI Jabar, Senin (30/1/2017). Mereka yang hadir seperti: Gema Pembebasan Jawa Barat, Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Jawa Barat, Pemuda FPI Kota Bandung, Pemuda KPUB, Pemuda Anas Jundulloh, HMI Kab. Bandung, HATI ITB, KALAM UPI, LDK DKM UNPAD, LDK KMM STKS, LDK UMMI UNIKOM, LSPI UIN Sunan Gunung Djati, FKIM Telkom University, Pemuda Pesantren Miftahul Huda Ustmaniyyah Ciamis, Pemuda M Miftahul Jawami, Formasalam Jawa Barat dan yang lainnya.

Dalam diskusi tersebut juga membahas isu hangat kekinian yang sedang melanda bangsa Indonesia baik dari sisi ekonomi hingga politik nasional termasuk upaya kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam.

Selain itu mereka juga menyoroti penyataan sikap dari sekelompok pemuda yang klaim mewakili suara mahasiswa Indonesia. Sehubungan dengan munculnya sekelompok pemuda dengan klaim mewakili mahasiswa Indonesia yang kemudian melayangkan sebuah resolusi. Resolusi tersebut pada dasarnya ikut mendorong upaya rezim melakukan kriminalisasi terhadap Habib Rizieq yang merupakan salah satu ulama pewaris nabi.

“Kami menilai manuver dukungan kriminalisasi terhadap ulama pewaris nabi dan ormas Islam yang dilakukan sekelompok pemuda tersebut, justru merupakan upaya adu domba antar elemen anak bangsa yang dapat menyulut disintegrasi bangsa Indonesia dan sikap intoleransi antar umat beragama,”ungkap Mashun Sofyan selaku Ketua Pelaksana  pertemuan tersebut.

Ia menambahkan seharusnya perjuangan mahasiswa adalah melawan hegemoni segala bentuk neoliberalisme serta tajam kritisnya terhadap penguasa khianat yang menjual asset Negara kepada asing , bukan malah menjadi kepanjangan komprador. Menurutnya pemerintah hari ini justru mencoba melakukan kriminalisasi terhadap aktivis Islam dan ulama padahal solusi atas rusaknya negeri ini ada pada Islam yang dulu dan sekarang diperjuangkan para ulama dalam membangun bangsa dan Negara Indonesia ini.

“Alih-alih menangkap Ahok yang secara nyata telah melakukan penistaan dan sikap intoleransi , rezim ini justru malah melakukan kriminalisasi terhadap ulama khususnya Habis Rizieq dengan melakukan penggiringan opini seolah ulama dan ormas Islam telah melakukan sikap intoleransi dan anti kebhinekaan. Sikap permusuhan  terhadap ulama dan Ummat Islam merupakan salah satu ciri khas gerakan PKI, sehingga ini merupakan salah satu bukti kebangkitan PKI yang merupakan bahaya laten bagi bangsa Indonesia,”imbuhnya.

Untuk itu mereka mengajak kepada pemuda dan mahasiswa Islam Indonesia agar memperkuat ukhuwah Islamiyah untuk terus melakukan pembelaan terhadap Islam dan ulama dari segala bentuk pembungkaman serta terus melakukan perlawanan kepada kedzaliman demi tegaknya syariat Allah yang akan mewujudakan keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Selain itu diharapkan pemuda dan mahasiswa Islam Indonesia untuk menyatukan barisan , untuk menjaga Indonesia dari berbagai ancaman dan gangguan berbagai macam paham yang dapat merusak akidah islamiyah dan keutuhan Indonesia. Serta bahu membahu memperjuangkan tegaknyya syariah sebagai solusi atas bobroknya neoliberalisme dan rezim yang mengkhianati rakyatanya.

“Kepada pemegang kekuasaan , kami mengajak untuk bertaubat dan segera menghentikan politik adu domba serta berhenti menjadi komprador asing dan aseng. Juga menghentikan segala bentuk kebijakan dan tindakan yang memusuhi ajaran Islam dan Ummat Islam,” ajaknya.

Tak lupa kepada seluruh elemen masyarakat, Mahasiswa Islam Indonesia mengajak untuk mewaspadai gejala gerakan kebangkitan PKI yang secara nyata memusuhi para ulama dan aktivis Islam. Salah satu solusi atas permasalahan ini adalah menghidupkan peradaban dialog yang dapat mengikis kesalahanpahaman antara anak bangsa, sehingga dapat tercipta kedamaian. [percikaniman]

Subscribe to receive free email updates: