Mencintai HTI dan Panji Rasulullah



KabarPos.Com - HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) tampaknya tiada henti memberikan warning dan alarm bagi negeri ini. Pasalnya di bulan ini saja, HTI menggelar kampanye Masirah Panji Rasulullah. Sebagai orang awam, kami kehabisan akal. Mengapa mereka sampai-sampai mengampanyekan bendera hitam dan putih yang bertuliskan laa ilahaillallah muhammad rasulullah? Sekilas aneh, kami pun menganggapnya seperti bendera ISIS dan Daulah Islam.

Di tengah kebingungan itu kami merasa aneh, kok ada yang tega merebut dan merampas bendera yang dibawa oleh HTI pada kampanyenya? Bahkan ada yang melukai dan menghadangnya? Ada apa gerangan? Inilah kiranya yang menelisik hati kami untuk mencari tahu HTI dan panji Rasulullah. Baru kali ini, kami tertarik dengan kegigihan HTI dalam mengenalkan panji Rasulullah. Padahal biasanya HTI membawa tema yang garang dan panas. Seperti Selamatkan Indonesia dari Neo Liberalisme dan Neo Imprealisme. Ada pula Ganti Sistem dan Rezim dengan Syariah dan Khilafah.

Kami mencoba merujuk sumber terpercaya dari website HTI terkait latar belakang berdirinya dan kegiatannya. Sungguh HTI begitu mencintai negeri ini. Karenanya dakwah yang dilakukan bersifat pemikiran untuk merubah persepsi agar mencintai Islam; politik yang dimaknai bahwa negara harus mengurusi urusan rakyatnya dengan syariah Islam; serta tanpa kekerasan sebagaimana dakwah Nabi Muhammad Saw. Ternyata itulah rahasia HTI selama berdakwah. Pantas saja umat menyambutnya dengan gegap gempita, meski hanya sebagian kecil menolak.

Terkait Panji Rasulullah kami baru mengetahui bahwa bendera itu ada dalilnya. Jika dikaji bendera itu bentuk ittiba’, bukan menyalahi sunnah Nabi Saw. HTI dalam penjelasannya di saluran resmi dan buku kajiannya menjelaskan bahwa panji Rasul itu al Liwa’ berwarna putih dan ar-Rayah berwarna hitam. Pasalnya, saat ini banyak yang salah sangka dan berpaham salah. Untuk menepis itu berdasarkan penuturan Ibnu Abbas ra.:

“Rayah Rasulullah Saw berwarna hitam dan Liwa’ beliau berwarna putih; tertulis di situ Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah” (HR Abu Syaikh ak-Ashbahani dalam Akhlaq an Nabiy saw).

Jika dipikir secara matang tidak ada alasan untuk membenci HTI. Mereka juga bagian dari umat Islam ini. Selama ini media dan pembenci senantiasa menebarkan fitnah, hasutan, dan hoax tentang HTI. Di sisi lain, bendera yang dikampanyekan HTI itu bendera umat Islam. Karena berisi tauhid, bahkan persaksian kita sebagai umat Islam dalam dua kalimat syahadat. Kini kami mencoba mencintai HTI seutuhnya dan ingin sekali mengibarkan panji Rasullah Saw di seluruh penjuru dunia. Jangan gentar dengan musuh-musuh Islam. Tetaplah tegar dan sabar dalam berjuang, sahabat HTI dan umat Islam semuanya. We love you, full.

Penulis : Sutrisno Mustaqim

Bagikan Info Ini :