Rajut Ukhuwah, Jangan Pecah Belah


KabarPos.Com - Kondisi umat islam keseluruhan saat ini sangat memperihatinkan dan menghawatirkan. Jauhnya kehidupan islami juga campur tangan  dan makar musuh melengkapi kehinaan umat ini. Ajaran mulia  dari Nabi-Nya dicurigai namun demokrasi, liberalism dan kaptalisme  yang datang dari musuh nyata dijadikan ‘aturan suci’  untuk mengatur kehidupan sehari-hari. Umat yang mengaku  sebagai pengikut  nabi Muhammad saw dengan kenyakinan  yang sama: satu pencipta Allah swt, satu kitab suci Al Qur’an dan satu agama islam.  Faktanya  mencurigai, menghina, menghasut, berprasangka buruk, memusuhi dan menjatuhkan kelompok lain atas dasar hawa nafsu semata biasa  terjadi. Di satu sisi sanggup bergandengan tangan  dan bermesraan  dengan umat yang berkenyakinan lain. Kebenaran dihalang halangi sedang kemungkaran didukung penuh.  Umat salah dan gagal  identifikasi, mana saudara mana musuh. Inilah fakta dan realita  yang  sangat membahayakan islam.

Gambaran kerusakan umat islam sekarang  tidak jauh berbeda dengan  pertanyaan  sahabat Hudzaifah ibnul Yamani  kemungkinan adanya  kejelekan setelah kebaikan. Pertanyaan tersebut terekam indah dalam dialog panjang bersama Rasulullah saw.

“…..Hudzaifah bertanya:Apakah setelah kejelekan yang terjadi itu akan muncul kembali kebaikan?,Nabi saw menjawab, Ya, masih ada,tetapi kebaikan itu tidak murni, ada kekaburanya. Huzdzaifah bertanya, Apa kekaburannya wahai Rasulullah saw? Nabi saw menjawab, yaitu kelompok yang mengaku muslim tetapi perbuatanya tidak murni menurut sunnahku, dan mereka memberi petunjuk tidak menurut petunjukku. Sebagian perbuatan mereka ada yang kamu anggap baik dan sebagiannya kamu ingkari karena tidak sesuai sunnahku. Ajaran islam dibelok belokkan menurut kepentingan mereka dan jangan sampai ada anggapan bahwa islam agama yang memudar, maka ajaran islam dirubah rubah oleh mereka, disesuaikan dengan perkembangan zaman…..”(HR.Bukhori-Muslim}.

Inilah keadaan umat islam saat ini. Masalah demi masalah muncul silih berganti, ironisnya masalah tersebut tidak sedikit  yang muncul dari dalam umat islam sendiri.

Wujudkan Ukhuwah Islamiyah
Umat islam adalah umat yang satu. Beragamnya suku, ras, warna kulit dan kebangsaan telah disatukan  dan diikat dengan  aqidah, agama dan syariat islam. Ikatan nasionalisme, sukuisme dan fanatisme lainya menjadi barang terlarang dan haram. Semua bentuk persaudaraan/ukhuwah tidak boleh mengalahkan persaudaraan yang dibangun diatas islam, yakni ukhuwah islamiyah. Ukhuwah islamiyah harus terwujud dalam tindakan,sikap dan ucapan sehari-hari sebagai buah dari iman dan taqwa seseorang. Darinya muncul kasih sayang, kecintaan, kemulyaan, rasa saling percaya sesama muslim  serta sifat positip lainya.  Tidak mungkin muncul rasa curiga, iri dengki, memusuhi dan sifat negatip lainya dari seseorang yang mengaku beriman. Sebab iman dan ukhuwah harus menyatu,tidak ada iman tanpa ukhuwah dan tidak ada ukhuwah tanpa iman. Begitu pula iman dan persahabatan merupakan satu paket pada diri mukmin yang tidak seharusnya dipisahkan.

Allah swt berfirman:

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah swt supaya kamu mendapat rahmat”.(QS.Al Hujurat:10).

Begitu pentingnya ukhuwah ini sampai Allah swt menjadikan jaminan untuk bisa masuk surga. Nabi saw mengabarkan,” Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, Tidak sempurna imanmu sampai kamu saling mencintai sesama…”(HR.Muslim). Dan kecintaan pada sesama mukmin ini bukan kecintaan  ala kadar saja, basa basi atau kecintaan yang motivasinya materi semata. Namun kecintaan murni karena Allah swt semata dan kecintaan yang berkwalitas tinggi. Nabi saw menjelaskan standart mencintai sesama tersebut dengan sabdanya.

“ Tidaklah sempurna iman kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”.(HR.Bukhori-Muslim).

Kecintaan yang tulus-murni karena Allah swt semata menjadikan  seseorang tidak gampang berlaku dzolim pada saudaranya, lebih lebih dalam hal urusan agama. Jika ada perbedaan pendapat maka dialog kekeluargan menjadi jalan keluarnya ,bukan main fisik asal puas diri dan golongannya saja. Mukmin sejati akan berhati hati dan selalu ingat pesan Nabinya,

”Seorang muslim adalah saudara muslim lainya, tidak mendzaliminya dan tidak merusak citranya atau membinasakannya….”.(HR.Ahmad,Bukhori,Muslim,Abu Daud,Tirmidzi,Nasa’i).

Umat pengikut  Nabi saw akan lemah lembut pada sesama ,namun tegas dan keras terhadap orang kafir. Muslim diperlakukan sebagai saudara dan kafir diposisikan sebagai musuh utama dan nyata, bukan dibalik.

Mulia dengan Islam
Ukhuwah islamiyah sulit terwujud manakala umat masih senang menerapkan sistem  warisan penjajah berupa kapitalisme dengan turunannya  sekularisme,liberalism  dan demokrasi.  Barat penjajah siang malam tidak kenal lelah agar umat jauh dari ukhuwah ini, mereka selalu berusaha mengadu domba umat yang mulia ini.  Maka, Umat harus segera sadar dan membuang sistem perusak ukhuwah islamiyah tersebut,  Kemudian menggantinya dengan sistem islam dalam bingkai Khilafah Ar Rosyidah. Langkah praktis  agar ukhuwah islamiyah segera terwujud demi agenda utama tegaknya Khilafah Ar Rosyidah adalah semua komponen-golongan umat harus ikhlas karena Allah swt semata dalam berjuang,  Selalu berpegang teguh pada manhaj islam. Selalu saling menasehati sesama  karena Allah swt semata, dan  setia dalam keadaan suka maupun duka.

Ikhlas berjuang demi kejayaan islam harus bisa membebaskan diri dari kepentingan dan keuntungan diri sendiri maupun golongan. Sesuatu yang dasarnya ikhlas karena Allah swt pasti kuat dan susah digagalkan musuh. Umat juga harus sepakat dalam memegang ajaran islam, Jika terjadi perbedaan dan perselisihan maka dikembalikan pada kitabullah dan sunnah Nabi-Nya. Saling menasehati  menjadi  kebiasaan dalam rangka beribadah pada Allah swt, Nuansa saling menyemangati menjadi ruh dalam berfastabiqul khoirot. Suka duka menjadi perasaan bersama sampai islam  kembali tegak terhormat dan menjadi rahmat bagi alam semesta. Tidak gampang tergiur dengan rayuan dunia oleh musuh, dengan meninggalkan saudara muslim ketika duka menimpa.

“ Dari Ibnu Abbas RA,Nabi saw bersabda,” Sekuat-kuat ikatan iman adalah bersahabat karena Allahs SWT bermusuhan karena Allah SWT, cinta karena Allah swt dan benci karena Allah SWT”.(HR.Thabrani).

Ukhuwah islamiyah semacam ini yang dinanti dan wajib hukumnya, manakala terwujud agenda utama umat berupa tegaknya Khilafah ar Rasyidah  menjadi  mudah dan nyata,  Saat itu bergembiralah umat islam dan bersedihlah barat kafir penjajah.Wallahu a’lam bish showab.

Subscribe to receive free email updates: