BELAJAR DARI "KEMENANGAN" PERANG UHUD



KabarPos.Com - Usai perang Uhud, diatas perbukitan Khalid bin Walid berkata : "Hai Muhammad kami sudah Menang, kamu telah kalah….lihatlah pamanmu Hamzah yang tewas tercabik cabik tubuhnya dan lihatlah pasukanmu yang telah porak poranda”.

Rasulullah saw menjawab : “Tidak Khalid, Aku yang menang dan engkau yang kalah…Mereka yang gugur adalah Syahid , sebenarnya mereka tidak mati wahai Khalid mereka hidup disisi Allah SWT penuh dengan kemuliaan dan kenikmatan, mereka telah berhasil pindah dari alam dunia menuju akherat, menuju surganya Allah karena membela Agama Allah dan gugur sebagai syuhada. akan tetapi matinya tentaramu, mati sebagai Kafir dan dimasukkan ke Neraka Jahannam.

Ternyata perkataan Rasulullah ini mengetarkan hati khalid bin walid, maka di utuslah beberapa orang untuk menyelidiki siapa Muhammad dan bagaimana ajarannya.

Kemudian siapapun tidak menyangka melalui peristiwa Uhud ini Khalid memeluk islam, Khalid menjadi "Saifullah al maslul (pedang Allah yang terhunus).

Tidak ada kekalahan dalam ketakwaan, Tidak ada kekalahan dalam mendakwahkan Islam, yang ada hanya hikmah dan pelajaran.

Kompas TV boleh berbangga diri atas muslihatnya, Aiman boleh merasa menang atas kecurangannya, tapi yang mereka dapat tidak lain hanya kegelapan, yang mereka dapat hanya menambah daftar kekalahan musuh musuh islam.

Tegaknya Khilafah itu keniscayaan, Tegaknya Khilafah itu Janji Allah dan Bisyarah Rasulullah, tak seorangpun bisa menghentikannya, tak seorangpun bisa menghadang laju berjalannya.

Berkaca dari "kemenangan" perang Uhud itu, tipu muslihat orang orang kafir (dan para sekutunya) hanya akan menambah semangat kami, menambah kedisiplinan kami, melecut daya juang kami,hingga fajar kemenangan itu berhasil kami genggam.

Allahu Akbar

sumber: ust Bushido Santoso

MOHON DISHARE YA