Penampakan Jimat Dukun yang Katanya Bisa Gandakan Rp150 Juta jadi Rp1,5 M

KabarPos.Com - Jejak praktik Kanjeng Dimas yang ‘ahli’ dalam penggandaan uang ternyata banyak diikuti dukun palsu di daerah. Salah satunya di Kabupaten Kepahyang, Bengkulu.

Pelakunya adalah Chairul, yang merupakan warga Kecamatan Ujan Mas. Karena praktik perdukunannya, kakek 63 tahun ini, Ia ditangkap jajaran kepolisian Lubuklingga, Sumatera selatan (Sumsel).

Chairil mengkau bisa melipatgandakan uang. Korbannya adalah, Edi Kusendang (30), warga Jl Yos Sudarso, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

“Begitu mendapat informasi keberadaan tersangka, anggota Unit Pidsus dipimpin KBO Satreskrim, Iptu Sudarno, melakukan penangkapan," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga, melalui Kasatreskrim, AKP Ali Rojikin, kemarin.

Tersangka diringkus tanpa perlawanan di wilayah Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahyang, Bengkulu, Rabu (5/7), pukul 02.00 WIB. Penangkapan berdasar laporan korban pada 28 Februari 2017.

Aksi penipuan tersangka dan temannya berlangsung 16 Januari 2017 sekitar pukul 09.30 WIB di sebuah bank di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Awalnya, teman korban, Edi, kenal dengan orang yang mengaku bisa menggandakan uang (tersangka). "Kemudian, korban dan Edi datang ke rumah tersangka di Bengkulu," ujar Ali.

Tersangka pun melancarkan aksinya. Dia mengaku dapat menggandakan uang korban melalui ritual dengan jimat rantai babi.

Korban diminta menyerahkan uang Rp 3,2 juta ke nomor rekening atas nama Susilawati (istri tersangka) untuk membeli syarat-syarat ritual.

Berikutnya, korban secara bertahap menyerahkan uang kepada tersangka senilai Rp 153,2 juta untuk digandakan.

Janjinya akan dilipatgandakan menjadi Rp 1,5 miliar. Pelaksanaan ritual dilakukan tersangka dan temannya, Ha, di kamar rumah korban.

"Guna meyakinkan korban, tersangka meminta korban masuk kamar. Di sana, korban melihat banyak uang," kata Ali.

Setelah memperdayai korban sehingga percaya, korban lalu disuruh ke luar kamar. Sebelum pergi, tersangka dan Ha meminta korban tidak membuka kamar itu selama 40 hari agar uang berhasil digandakan.

Nyatanya, usai ditunggu 40 hari, tidak ada uang sama sekali di kamarnya. Barulah korban sadar telah ditipu.

"Dari tersangka, kami sita 3 kardus, 1 lembar slip pengiriman uang ke rekening Susilawati, dan buku tabungan atas nama Susilawati," terangnya.

Tersangka kasus penipuan atau penggelapan sesuai pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP. "Kasusnya masih dalam pendalaman. Sementara, belum ada laporan korban lain," jelas Ali.

Sementara itu, tersangka enggan bicara. Pria berkaus putih dipadu celana jeans warna biru sedengkul itu hanya menjawab sekenanya.

Ketika ditanya soal uang korban yang digandakan, pria berkumis tebal itu tampak santai.

"Uangnya dilarikan orang. Aku tidak sendiri, tiga orang lainnya lari," cetusnya. (wek/ce3/dms/JPG)

Bagikan Info Ini :