Kesejahteraan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


KabarPos.Com - Di bulan November ini ada dua peringatan berharga bagi negeri ini. Jika kita menilik sejarah, pada 10 November 1945 telah terjadi peristiwa besar di Surabaya yang kemudian diabadikan sebagai Hari Pahlawan. Memperingati hari bersejarah ini bukanlah sekedar membangkitkan memori gigihnya para pahlawan di masa lalu, namun juga menghargai setiap keringat dan tumpahan darah dalam melawan penjajah. Kini, penjajahan fisik telah berakhir. Tak lagi terdengar dentuman bom, adu tembak senjata, dan serangan tank-tank besar yang siap melindas apa saja dihadapannya. Tapi apakah benar negeri ini telah lepas dari penjajahan seutuhnya?

Dan pada tanggal 25 November juga diperingati hari guru nasional (HGN). Guru juga seorang pahlawan. Pahlawan tanpa tanda jasa, julukan yang disematkan kepadanya. Perjuangannya memang tidak berperang mengangkat senjata, tapi perperang melawan pemikiran penjajah. Justru ini merupakan perjuangan yang berat. Kerena pemikiran merupakan kekayaan berharga bagi manusia, ketika pemikiran ini rusak maka rusak pula peradaban suatu bangsa.

Namun, penghargaan yang diberikan kepada guru tidaklah sebanding dengan besarnya peran dan jasa yang telah diberikan. Hal itu kiranya yang menjadi alasan guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Guru telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengajar dan mendidik siswa agar terbentuk generasi yang unggul, tidak hanya pada kemampuan akademik tapi juga kepribadian yang mulia. Tapi sementara dari aspek finansial masih jauh dari harapan ataupun dikatakan mendapat jaminan kesejahteraan.

Realitas kehidupan guru masih memprihatinkan dari kata sejahtera. Karena belum semua guru di negeri ini statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mendapatkan gaji pokok dan berbagai tunjangan dari negara. Adapun guru honorer yang jumlahnya lebih banyak masih pontang-panting mencari jam tambahan untuk menambah pendapatan, atau mengambil kerja sampingan agar dapur tetap ngepul. Jika demikian maka berat baginya dalam waktu yang bersamaan harus membagi tenaga dan pikiran. Ini jelas menjadi persoalan dalam dunia pendidikan.

Aksi-aksi untuk menyuarakan aspiranya pun telah ditempuh. Seperti ratusan guru honorer dari berbagai daerah di Banten menggelar aksi demontrasi di depan gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Rabu (25/10/2017). Mereka menuntut agar pemerintah dapat mensejahterakan dan menyelesaikan persoalan pegawai honorer hingga tuntas. (Sindonews.com, 25/10/2017).

Umroni selama 14 tahun mengabdi sebagai guru SD di Kota Serang hanya digaji Rp. 300 ribu per bulan dan juga ikut aksi di depan gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten. Sama halnya yang di alami Yuni Yulianti, selama 10 tahun lebih mengabdi di salah satu SD di Mojokerto hanya digaji Rp. 150 ribu per bulan. Dengan pendapatan segitu dihadapan beban kehidupan yang semakin melangit apakah dapat dikatakan sejahtera? kata layak pun masih jauh darinya.

Negara telah memberikan janji untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui program-program sertifikasi. Tapi realitanya program ini juga menyita waktu karena panjang dan banyaknya administrasi yang harus dilengkapi. Tunjungan yang dijanjikanpun kerap tak turun tepat waktu. Akankah kondisi ini terus-terusan terjadi?. Jika guru pencetak generasi unggul kehilangan fokus dalam tugas utamanya dalam pengajaran karena kondisi tersebut, maka kecil harapan akan terwujud cita-cita bangsa. Adakah solusi lain yang dapat ditempuh?.

Sejarah keberadaan guru telah ada sejak masa Rasulullah SAW. Sistem Islam yang telah diterapkan pada masa itu dan mampu bertahan hingga 13 abad lamanya memberikan perhatian sangat serius pada dunia pendidikan. Islam telah mendorong kaum muslim menjadi para ulama dan ilmuwan yang berhasil menorehkan tinta emas, dan karyanya dapat dinikmati hingga saat ini. Setiap karya yang dihasilkan dalam kitab-kitab baik itu berupa khazanah fiqih, sains, kedokteran dan lain-lain dihargai dengan mahal yakni dihargai dengan emas seberat kitab yang ditulisnya.

Islam juga memberikan perhatian sangat tinggi terhadap para pengajar. Sebagai gambaran pada masa Khalifah Umar bin Khattab, beliau memberi gaji kepada para pengajar masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar setara dengan 4,25 gram emas). Jika 1 gram emas sekarang (November 2017) Rp. 736.000,00 maka gaji yang didapatkan adalah Rp. 46.920.000,00. Masya Allah, sangat luar biasa. Bagaimana dengan kondisi sekarang?. Jauh api dari panggang manakala harapan kesejahteraan bagi para guru itu disandarkan pada sistem kapitalisme demokrasi, yang ada hanyalah ilusi.

Lantas bagaimanakah sistem Islam sampai mampu menggaji guru dengan nominal yang sangat luar biasa ini?. Dalam mengelola sebuah negara, sistem Islam tidak hanya bertumpu pada satu sektor saja, misal hanya pada sektor pendidikan. Tapi seluruh sektor termasuk ekonomi (yang di dalamnya termsuk pengelolaan sumber daya alam), pendidikan, kesehatan, politik, keamanan dalam dan luar negeri, kesemua itu berjalan satu padu.

Oleh karenanya sumber daya alam dikelola mandiri oleh negara dan haram pengelolaanya diserahkan kepada swasta apalagi kepada pihak asing. Hasil pengelolaan tersebut digunakan untuk kesejahteraan umat termasuk dalam sektor pendidikan. Selain dari negara juga memiliki anggaran yang berasal dari kharaj, fa'i, dan lain-lain, tanpa harus membebani rakyat dengan pajak yang terus memalak.

Sistem Islam sangat luar biasa, katika diterapkan akan membawa kesejahteraan bagi semua karena Islam rahmatan lil aalamin. Apalagi jika Indonesia yang dikatakan sebagai negeri zamrud katulistiwa, dengan kekayaan alam berlimpah ruah ketika semua dikelolah sebagaimana sistem Islam mengaturnya, maka Insya Allah Negara ini mampu mensejahterahkan para guru sebagaimana halnya di masa Umar bin Khattab.

Semoga setiap tahun diperingati HGN bukan seremonial belaka. Tapi didalamnya syarat makna untuk mengevaluasi kebijakan-kebijakan terkait peran guru dan menghargai jasa-jasanya dengan memberikan penghargaan dan memperhatikan kesejahteraan kehidupannya. 

Eni Mu’tamaroh Imami, S.Si
Guru SMP Wahid Hasyim  Jombang


Bagikan Info Ini :