Palestina Butuh Solusi Ideologis, Bukan Solusi Praktis


KabarPos.Com - Palestina kembali memanas, berulang dan tidak pernah ada solusi yang jitu untuk menyelesaikan permasalahan Palestina. Masih hangat dalam ingatan, pada bulan Juli hingga Agustus lalu tentara Israel secara sepihak menutup paksa gerbang Masjid Al-aqsha dan melarang umat islam melakukan shalat Jumat di dalam Masjid, Muslim daily.net

Tak pelak hal ini membuat kaum muslimin naik darah, pasalnya Masjid Al-aqsha sebagai masjid yang sarat dengan makna sejarah sebagai tempat mu'jizat Rasulullah SAW. Masjid yang menjadi saksi peristiwa terjadinya Isra Mi'raj ini dinistakan oleh zionis Israel.

Masjid Al-Aqsha adalah satu dari tiga masjid yang memiliki keutamaan untuk melakukan safar menuju ke arahnya dan berpahala besar untuk shalat di dalamnya.

لَا تُشَدُّ اَلرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: اَلْمَسْجِدِ اَلْحَرَامِ, وَمَسْجِدِي هَذَا, وَالْمَسْجِدِ اَلْأَقْصَى

“Tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar untuk mengejar pahala ibadah) kecuali menuju tiga masjid: Al-Masjid al-Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan Masjid Al-Aqsha.” (Muttafaq ‘Alaih).

Seruan intifadhah didengungkan, warga palestina bergerak menuju satu titik, mereka datang ke wilayah Masjid Al-aqsha untuk menyuarakan penolakan atas tindakan brutal pihak Israel menutup kompleks Masjidil Al- aqsha. Meski akhirnya kompleks Masjidil Al-aqsha kembali dibuka. Hal ini berkat desakan dari berbagai pihak serta perlawanan keras dari kaum muslimin di Palestina. Namun, hal itu seakan tidak memberikan efek serta pengaruh yg cukup berarti bagi pihak Israel serta negara negara pendukungnya. Mereka tetap menjaga dan melanggengkan penjajahan Israel atas bumi Palestina.

Yang terbaru , presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyampaikan pidato yang berisi sebuah pernyataan yang lagi-lagi menyakiti umat islam, khususnya warga Palestina. Donald Trump mengagendakan pemindahan kantor kedutaan besarnya dari Tel aviv ke Yerussalem, ini artinya Amerika Serikat mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel.

Yang disayangkan adalah sikap penguasa muslim, baik yang tergabung dalam OKI ataupun tidak, upaya paling besar yang dilakukan hanya mengecam dan mengutuk sikap AS. Itu saja, tidak lebih. Lebih menyakitkan, pernyataan resmi pemerintah Saudi Arabia yang meminta pemerintah otoritas Palestina untuk menjadikan wilayah Abu Dis sebagai ibu kota pengganti Yerussalem, berita ini dilansir oleh New York times (11/12/17).

Abu Dis adalah kota Palestina di dekat Yerusalem Timur yang terkena pendudukan Israel. Menurut Kesepakatan Oslo, wilayah itu diklasifikasikan sebagai Area B yang dikelola oleh Israel dan Otoritas Palestina (eramuslim.com). Secara tidak langsung hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah Saudi Arabia mendukung pemerintah AS menjadikan Yerussalem sebagai ibukota Israel

Solusi yang sering diambil untuk masalah Palestina seakan jauh panggang dari pada api, konflik Palestina bukan hanya konflik yang terjadi antara rakyat Palestina dan pihak zionis Israel saja. Tapi lebih jauh konflik di Palestina adalah konflik ideologis, yang harus diselesaikan secara mendasar ke akar permasalahannya.

Yang menjadi akar permasalahan di Palestina adalah keberadaan zionis Israel yang melakukan pendudukan serta penjajahan, merebut wilayah Palestina sedikit demi sedikit hingga saat ini Palestina hampir tak terlihat di dalam peta dunia. Oleh karenanya untuk menyelesaikan konflik di Palestina, solusi yang harus ditempuh adalah dengan cara mengusir penjajah Israel dari bumi Palestina.

Diplomasi, dan solusi dua negara tidak akan menghentikan konflik dipalestina. Solusi untuk menghentikan konflik dipalestina adalah dengan mengirimkan tentara ke Palestina untuk mengusir penjajah Israel. Namun saat ini penguasa negeri negeri muslim tidak berdaya dan tidak bisa mengirimkan tentaranya untuk membela Palestina. Karena negeri negeri muslim saat ini tersekat oleh nation state yang membuat mereka tidak mampu berbuat apa-apa.

Satu-satunya negara yang berdaulat dan mampu untuk mengirimkan tentara ke bumi Palestina yang terjajah adalah negara Khilafah Islamiyah. Khilafah yang akan menjadi penolong serta penyelesai konflik di Palestina. Karena dengan adanya komando dari Khalifah sebagai amirul jihad akan mempersatukan umat islam di seluruh Dunia. Sehingga sudah saatnya umat islam mengambil solusi ini, jika benar -benar ingin konflik di Palestina terselesaikan.

Wallahua'lam bis showab

Oleh : Novia Roziah (Komunitas Revowriter) - Jember

MOHON DISHARE YA