Usia Muda, Berkah atau Musibah?



Oleh: Novia Roziah (Pendidik dan Pemerhati Remaja)

KabarPos.Com - Berbicara tentang pemuda memang tak pernah ada habisnya. Dunianya selalu penuh dengan dinamika , penuh warna. Adakalanya pemuda itu bergejolak rasanya. Terkadang juga pemuda itu menggelora emosinya. Usia muda adalah sebuah anugerah. Barangsiapa berhasil mengoptimalkannya, maka ditangannya akan terwujud peradaban yang gemilang jaya.

Indonesia tak kalah berbahagia. Di masa yang akan datang nanti Indonesia akan mendapat anugerah tak terkira berupa Bonus demografi. Bonus demografi ini secara sederhana bisa diartikan jumlah usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan dengan manula. Kantor berita Antara menyebutkan, Indonesia akan mendapati bonus demografi pada kurun waktu 2020-2030 .

Masa ini merupakan sebuah berkah karena melimpahnya jumlah pemuda. Terhitung sekitar 70% prosentase jumlah pemuda atau sekitar 180 juta jiwa. Dari jumlah total seluruh penduduk Indonesia
Teringat perkatan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno yang masyhur ditelinga kita ; “ beri aku 10 pemuda, maka akan ku guncang dunia!”. Wah, bayangkan jika 70% dari 250an juta penduduk Indonesia adalah pemuda dengan usia produktif . Maka, perkataan bapak ir. Soekarno bukan mustahil bisa terwujud . Indonesia akan menjadi negara adidaya. Indonesia akan menjadi penguasa dunia.

Namun, sayang sungguh sayang.   Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, artinya jumlah pemuda muslimnya juga yang terbesar. Tetapi perilaku pemudanya sangat jauh dari nilai agama islam yang menjadi identitas mereka sejak lahir.

Simak saja di dalam berita. Pemeran utamanya adalah para pemuda. Data menunjukkan mayoritas pengguna narkoba adalah kalangan pemuda. Pelaku seks bebas, yang berujung dengan aborsi juga banyak dari kalangan pemuda. Penyalahgunaan miras yang berujung kematian. Lagi lagi kontribusi terbesar adalah dari kalangan pemuda. Tawuran pelajar, kasus murid membunuh guru, siswa SMP memperkosa siswa SD. Dan masih banyak yang lainnya. Semua itu bukan menunjukkan keberkahan dari banyaknya jumlah pemuda.

Jika kerusakan dikalangan pemuda terus menerus terjadi tanpa ada penanggulangan serius, maka Indonesia akan kehilangan berkah bonus demografi itu. Bahkan Indonesia akan terancam lost generation.

Penyebabnya adalah pemikiran sekularisme yang di suntikkan dalam benak para pemuda. Sekularisme yang merupakan ibu kandung liberalisme dan hedonism, Menumbuh suburkan perilaku rusak ditengah tengah pemuda. Para pemuda digiring untuk menanggalkan identitasnya sebagai muslim di ranah publik. Cukup menjadi muslim di masjid saja. Diluar masjid, tanggalkan semua atribut nya. Begitulah kira-kira

Wahai para pemuda, ditangan mu masa depan negeri ini berada. Bangkit dan berjuanglah, sambut masa depan dengan meningkatkan kualitas diri dan keimanan . Campakkan gaya hidup sekular serba permisif serta hedonis.
Gaya hidup yang diImpor dari luar islam ini akan membuatmu menjauh dari Allah dan kehilangan tujuan mu diciptakan. Allah Ta’ala berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: ” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”. (Qs, Adz Dzaariyat: 56)

Dengan memahami tugas nya sebagai hamba Allah ini, maka usia muda bukan lagi menjadi musibah. Namun usia muda merupakan berkah tak terkira yang diberikan Allah kepada negeri Indonesia tercinta.


MOHON DISHARE YA