KAHMI: Pengusungan Anies Baswedan sebagai Capres Tidak Benar


Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) memberikan pernyataan sikap atas beredarnya isu pengusungan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) RI.

Dilansir TribunWow.com, melalui siaran pers majelis Kahmi dengan nomor 60/B/MNK/KAHMI/II/2018, tertulis bahwa isu pengusungan Anies Baswedan tidak benar.

Tak hanya itu, KAHMI mengaku akan tetap menjaga koitmen dan dan tetap indepedensi.

KAHMI menegaskan bahwa WhatsApp Group yang mengatsanamakan Relawan Anies Baswedan (RAB) adalah manufer politik perorangan.

Tanggapan Anies Baswedan

Anies Baswedan menampik kabar tersebut dan menyatakan jika hal itu tidak benar atau hoaks. "Oh itu hoax itu (deklarasi KAHMI)," kata Anies di RSIJ Cempaka Putih, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan hoaks tersebut merupakan hal yang kejam.

Dia juga meminta masyarakat agar menyaring informasi yang didapat dengan lebih cermat dan tidak langsung percaya tanpa melakukan pengecekan kembali.

"Itu hoax itu. Dan menurut saya yang membuat itu kejam. (imbauannya) Semuanya kritis aja pada informasi, itu hoax," ujarnya yang dilansir dari Tribunnews.com.

Di tempat berbeda, Presidium Majelis Nasional KAHMI, Siti Zuhro sependapat dengan jawaban Anies tersebut.

Zuhro tegas mengatakan bahwa KAHMI bukan partai politik dan tidak bisa digunakan sebagai mesin politik.

"Kuwi (itu) hoax tidak ada deklarasi, KAHMI konsisten menjaga komitmen dan tetap independen, tidak berpolitik praktis karena KAHMI bukan parpol dan tidak bisa digunakan sebagai mesin parpol, pengabdian kami untuk NKRI," kata Zuhro saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, beredar sebuah poster yang berisikan KAHMI akan mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres di Pilpres 2019. []

Subscribe to receive free email updates: