Ngeri, Duel Maut Terjadi Lagi di Bogor, Siswa SMP Tewas Dicelurit

Ilustrasi

KabarPos.Com - Duel ala gladiator antarpelajar di Bogor kembali terjadi. Muhamad Irgi Septiadin, siswa SMP 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, tewas di lokasi setelah berduel dengan siswa SMP Terbuka 2 Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Irgi tewas dengan luka sabetan celurit di dadanya.

"Dalam kasus ini adanya terjadi tawuran, bukan seperti tawuran seperti biasanya, pertemuan dua kelompok. Tetapi kejadian ini memang sengaja diadakan, seperti kasus gladiator," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya, Jumat (3/8/2018).

"Jadi sebelumnya ada kasus duel ala gladiator yang dilakukan oleh siswa SMA, ini dilakukan oleh siswa SMP dan menggunakan senjata tajam," imbuh Ulung.

Duel ala gladiator antara korban dan pelaku terjadi pada Selasa (31/7/2019) malam di belakang Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Malam itu, ada tiga pasangan peserta duel dari SMP 2 Dramaga dan SMP Terbuka 2 Cibungbulang. Satu pasangan di antaranya adalah Irgi dan FR (Farhan), yang merupakan siswa SMP Terbuka 2 Cibungbulang.

Setelah sempat saling serang dengan lawannya, Irgi tewas di lokasi karena terkena sabetan celurit di dadanya. Setelah sempat dibawa ke RSUD Ciawi untuk proses autopsi, jenazah Irgi kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Ulung menyebut, duel gladiator antarsiswa ini memang sudah direncanakan sedemikian rupa. Karena ada proses perekrutan dan pemilihan peserta duel.

"Jadi ini memang sudah disiapkan. Ada orang yang mengadakan acaranya, ada yang mencarikan senjatanya, kemudian ada yang mencari korbannya atau orang untuk diadu. Bahkan ada yang menyorot (merekam video) perkelahian (duel) itu," terang Ulung.

Sampai saat ini, lanjut Ulung, ada lima anak yang yang ditetapkan sebagai tersangka. Tiga di antaranya merupakan pelaku langsung duel ala gladiator.

"Dalam kasus ini ada tiga pelaku yang melakukan langsung. Jadi dalam kasus ini lima (anak) ditahan, dua masuk DPO (daftar pencarian orang), dan dua dititipkan di panti rehab karena berumur 13 tahun, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak," terang Ulung.

Subscribe to receive free email updates: